Hidup bukan untuk menemukan jati diri. Hidup itu untuk menciptakan sebuah jati diri

Kisah Brenda Myers Powell yang Menjadi PSK selama 25 Tahun

Awal kisah Brenda Myers Powell menjadi pekerja seks komersil (PSK) adalah pada tahun 1970 dan dia masih anak-anak pada saat itu. Brenda adalah anak yatim yang sudah ditinggal oleh ibunya sejak umurnya masih 6 bulan sehingga ia bahkan tak pernah ingat wajah ibunya, hanya 1 hal yang paling diingat Brenda tentang ibunya yaitu ibunya adalah wanita yang cantik dan juga humoris. Ibunya adalah seorang ibu muda dimana ketika ibunya meninggal diketahui umurnya masih berumur 16 tahun. Namun penyebab kematian ibunya tak pernah diketahui, hanya disebutkan bahwa ibunya meninggal secara alami.

Brenda dibesarkan oleh neneknya yang sangat luar biasaya yang selalu membacakan cerita dan selalu memasak ubi-ubian yang manis. Tetapi, neneknya memiliki sisi negatif yang sangat buruk yaitu suka minum minuman keras dan sering membawa pulang teman-teman prianya dari bar. Brenda sering melihat pria-pria teman neneknya sering melakukan hal yang buruk, sementara neneknya tidak sadarkan diri.

Neneknya bekerja di pinggiran kota yang jauh dari rumahnya yang memakan waktu 2 jam perjalan untuk mencapai tempat kerjanya dan 2 jam untuk kembali.

Setiap hari Brenda selalu pergi dan pulang sekolah sendiri, dan mengalungkan kunci rumah di leher. Hal ini diketahui oleh teman-teman pria neneknya dan mengambil manfaat.

Brenda Menjadi PSK 

Ketika kecil Brenda tidak tahu lingkungan tempat tinggalnya adalah tempat para PSK pinggir jalan menjajakan diri. Yang dia tahu adalah mereka memakai pakaian yang gemerlap dengan rambut yang disasak berdiri di jalanan luar rumahnya. Sebagai anak kecil Brenda hanya iri melihat pakaian dan gaya mereka yang selalu berkilau.

Karena penasaran Brenda akhirnya menanyakan itu kepada neneknya, Nek apa yang dilakukan perempuan itu, Perempuan-perempuan itu membuka celana dalam mereka dan kemudian diberikan uang oleh pria. Saya pikir, mungkin saya akan melakukan itu juga karena pria-pria memang sudah sering membuka celana dalam saya katanya dengan polosnya.


Brenda lebih sering menghabiskan waktu sendirian di rumah. Walaupun merupakan murid yang pintar, namun brenda berkata tidak perna tertarik dengan pelajaran sekolah.

Karena ia sering berada di rumah sendirian, teman-teman pria neneknya sangat sering datang ke rumah dan melakukan pelecehan seksual kepadanya yang mengakibatkan di usia yang masih 14 tahun Brenda sudah memiliki 2 anak dari laki-laki itu.

Sejak saat itu neneknya mengatakan Brenda harus memiliki uang untuk mengurus anak-anaknya, karena di rumah tidak ada makanan dan mereka tidak memiliki apapun di rumah, karena gaji neneknya hanya cukup untuk kebutuhan makan saja.

Sejak saat itu Brenda berfikir dia harus melakukan hal yang sama dengan perempuan-perempuan di pingggir jalan dekat rumahnya tersebut, sehingga suaru sore dimana Brenda sangat ingat hari itu adalah hari Jumat Agung, Brenda pergi ke ujung jalan Division Street dan Clark Street dan berdiri di depan Hotel Mark Twain dengan menggunakan rok seharga US$3,99,- dengan sepatu plastik murah, dan lipstick berwarna orange yang membuat saya merasa tampak lebih tua. Brenda menangis sepanjang waktu pada saat itu.

"Saya mendapatkan US$ 400 namun tidak menggunakan taksi untuk pulang malam itu. Saya pulang naik kereta dan memberikan sebagian besar uang itu kepada nenek, yang tidak bertanya dari mana asalnya".

Keesokan harinya dia kembali lagi ke jalan itu, namun nasib buruk menimpanya dimana 2 orang pria bersenjata datang dan langsung menangkap dan memasukkanya ke dalam bagasi mobil dan kemudian membawanya ke sebuah hotel yang kemudian memperkosa dan menyandranya di lemari pakaian.

"Itulah yang dilakukan oleh mucikari agar seorang perempuan mau bekerja dengan dia, mereka menjadi mucikari saya sekitar enam bulan. Saya tidak bisa pulan. Saya mencoba untuk dengan melarikan diri namun mereka menagkap dan menyakiti saya. Kemudian saya diperdagangkan oleh sejumlah lelaki lain" ungkap Brenda.

"Dalam 1 setahun saya bisa perkirakan sekitar 1.800 pria yang melakukan hubungan dengan saya. ini bukanlah hubungan asmara, tidak ada yang memberikanku bunga atau apapun, hanya percaya saja. Mereka menggunakan tubuh saya hampir sama seperti toilet yang dipakai kalo lagi butuh membuang nafsu bejat para lelaki hidung belang tersebut"


Brenda Mengalami Kekerasan Fisik

Selama 25 tahun menjadi PSK Brenda mengalami banyak sekali kekerasan fisik dan menta dimana diantaranya adalah ia pernah ditembak 5 kali dan ditikam 13 kali, bisa anda bayangkan bagaiman kejamnya kehidupan seperti itu.

Brenda tidak menemukan jalan keluar dari dunia prostitusi sampai kemudian tepatnya 1 April 1997 di usianya yang hampir 40 tahun diaman ketika itu Brenda mengalami nasib terburuk yaitu seorang klien melemparnya keluar dari mobil, namun bajunya tersangkut di pintu mobil sehingga ia terseret hingga sejauh 6 blok yang mengakibatkan robekan di seluruh wajahnya dan hampir seluruh tubuhnya menagalami luka parah.

Brenda lalu pergi ke rumah sakit County Hospital di Chicago dan langsung masuk kamar gawat darurat. Karen kondisi saya yang seperti itu, mereka membawakan seorang anggota polisi untuk melihat saya dan berkata "Oh saya kenal dia, dia hanyalah seorang PSK, Mungkin dia menghajar seorang pria dan membawa lari uangnya dan ini adalah ganjarannya". "Saya bisa mendengar perawat tertawa dengannya. Mereka membawaku keluar kamar seperti tidak berharga sama sekali, seperti saya tidak berhak menggunakan layanan darurat".

"Saat itu saya ingat melihat ke atas dan berbicara kepada Tuhan, "Orang-orang ini tidak peduli dengan saya. Bisakah Anda membatu saya?"

"Tuhan berkerja dengan cepat. Seorang dokter datang dan merawat saya dan dia mengatakan saya harus mengunjungi bagian layaan sosial di rumah sakit. Disana, mereka memberikan saya tiket bis untuk pergi ke tempat bernama Gnesis House, yang dikelola oleh orang inggris bernama Edwina Gateley, yang pahlawan dan mentor bagi saya. Dialah yang membatu saya mengubah hidup."

Masih Ada Harapan 

Disinilah Brenda belajar banyak dari Edwina Gately, tentang nilai hubungan antara perempuan, lingkaran kepercayaan dan dukungan dan cinta yang diberkan sekelompok perempuan.

Setelah keluar dari Genesis House, Brenda kemudian menjadi relawan dan membantu seorang peneliti yang meriset tentang PSK. Brenda menyadari tidak ada yang dapat menolong gadis-gadis muda yang menjadi PSK.

Bertahun-tahun Brenda belajar tetang PSK dan memikirkan apa yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan para gadis-gadis yang masuk ke kasus prostitusi.

Hingga pada tahun 2008, Brenda dan Stephanie Daniels-Wilson membuka Dreamcatcher Foundation. Sebuah dreamcatcher adalah pernik suku Amerika yang digantung dekat ranjang bayi. Katanya itu bisa mengusir mimpi buruk. Itulah yang ingin mereka lakukan yaitu mengusir mimpi-mimpi buruk yang terjadi pada gadis dan perempuan muda.

Jika anda ingin mengetahui lebih tentang dreamcather, anda belih menonton film dokumenter berjudul Dreamcather, yang disutradai oleh Longitto, yang menunjukan pekerjaan yang dilakukan oleh Brenda dan teman-temanya sekarang.

"Kami bertemu dengan perempuan-perempuan yang masih bekerja di jalanan dan mengatakan kepada mereka, “Masih ada jalan keluar, kami siap membantu anda bila anda siap dibantu.” Kami mencoba menembus cuci otak yang mengatakan, “Kamu lahir untuk melakukan ini, tidak ada jalan lain untukmu.”

Brenda juga mengelola Klub luar sekolah bagi perempuan-perempuan, di samping pekerjaan sebagai relawan, dia juga menghadiri konfrensi dan kontribusi kepada pekerja akademis mengenai prostitusi.

Brenda adalah wanita pertama di negara bagian llinois yang dakwaan prostitusinya dihapus.

Itu adalah hukum baru yang diberlakukan setelah lobi oleh Chicago Alliance Against Sexual Exploitation yang ingin mengangkat dakwaan kriminal dari korban perdagangan seksual. Perempuan-perempuan yang telah disiksa, dimanipulasi dan dicuci otak harus dianggap korban dan bukan kriminal.

"Setelah keluar dari dunia prostitusi, saya belum siap untuk menjalani hubungan. Namun setelah tiga tahun pemulihan, saya bertemu seorang pria luar biasa. Saya sangat pemilih, dia suka bercanda bahwa saya menanyakan lebih banyak pertanyaan daripada seorang polisi".

"Dia tidak menghakimi saya mengenai masa lalu saya. Ketika dia memandang saya, dia bahkan tidak melihat semua hal itu, dia mengatakan hanya melihat seorang perempuan dengan senyuman cantik. Dia mendukung semua hal yang saya lakukan, dan kami merayakan 10 tahun perkawinan tahun lalu".
Anak-anka Brenda dibesarkan oleh tantenya, dan satu dari mereka menjadi seorang dokter dan satu lagi menjadi ahli hukum bidang kriminal.

"Jadi saya disini untuk memberitahu anda masih ada kehidupan setelah mengalami kerusakan, masih ada kehidupan setelah trauma. Masih ada kehidupan setelah orang mengatakan anda tidak berhaga dan tidak akan menjadi apapun. Masih ada harapan, dan harapan itu tidak sedikit. Masih ada banyak harapan"

Demikian kisah Brenda Myers Powell yang sangat menginspirasi. Semoga bermanfaat dan selalu ingat bahwa akan selalu ada harapan.

Recent Posts

Diberdayakan oleh Blogger.

About

Download